Sewaka Menuju Desa Literatif Ramah Anak

No comment 187 views
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Perkembangan tekonologi memberikan pengaruh ke masyarakat, terutama anak-anak. Banyaknya penggunaan ponsel pintar (smartphone) menghadirkan dua mata koin yang berbeda. Dari sisi positif dapat menunjang kebutuhan akses informasi. Namun dari sisi negatif, dapat menghadirkan ketergantungan dan ketagihan, terutama bagi pengguna kalangan anak-anak. Pada usia yang belia, sejatinya anak-anak perlu belajar dan berinteraksi pada lingkungan sekitar.

Melihat kondisi tersebut, orang tua dihimbau secara ketat mengawasi kegiatan anak-anak bermain smartphone. Untuk mengurangi penggunaan smartphone bagi anak-anak, masyarakat Desa Sewaka berusaha mendirikan perpustakaan sebagai sarana untuk belajar dan bermain. Tidak hanya anak-anak, masyarakat juga bisa memanfaatkan untuk menambah ilmu dengan membaca ujar Puji Astuti, Pengurus PKK Desa Sewaka.

Salah satu terobosan guna menanggulangi kasus dilematis tersebut adalah dengan membuka ruang interaktif publik atau perpustakaan lokal yang memuat kegiatan serta program-program interaktif. Hal tersebut digunakan untuk mengalihkan perhatian anak-anak dari smartphone secara intensif.

Peluang Menjadi Desa Literasi

Desa Sewaka berencana mendirikan perpustakaan. Mengetahui hal tersebut mahasiswa penugasan KKN Undip Tim I 2019 berkoordinasi dengan Kepala Desa Sewaka, Ibu Almakiyah. Guna menunjang rencana pembangunan perpustakaan tersebut, Tim Undip KKN tersebut menyusun program pelatihan bagi yang disiapkan sebagai pengelola perpustakaan. Program pelatihan manajemen pengolahan bahan pustaka bertujuan untuk mempersiapkan calon tenaga perpustakaan yang telah disiapkan.

Pelatihan diselenggarakan pada Jum’at (8/2) Kegiatan tersebut dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan ibu-ibu PKK, perwakilan masyarakat, dan tenaga perpustakaan SDN 01, 02, 03, dan 04 Sewaka. Pelatihan tersebut memberikan pengetahuan dasar tentang perpustakaan, pengolahan bahan pustaka, dan tips untuk meramaikan perpustakaan. Kegiatan tidak hanya pemberian materi yang disertasi modul pelatihan, pelatihan tersebut juga bersifat diskusi atau sharing pengalaman terutama dengan pengelolan perpustakaan sekolah.

Peserta yang hadir pun turut aktif bertanya, salah satunya dari pengelola Perpustakaan SDN 01 Sewaka. Dijelaskan oleh para mahasiswa yang terlibat pelatihan bahwa penomoran buku memiliki aturan dan pedoman yang perlu diikuti yaitu menggunakan Dewey Decimal Classification. Selain pelatihan perpustakaan secara konvensional, dalam kegiatan tersebut juga dikenalkan sistem manajemen perpustakaan SliMS dan Inlislite.

Pelatihan berjalan dengan baik, Kepala Desa Sewaka, Ibu Almakiyah juga turut menghadiri acara tersebut pada pertengahan acara dan memberikan respon positif terkait pelatihan yang telah dilakukan. Sebelum penutupan kegiatan peserta diberikan juga pedoman DDC versi 23 dalam bentuk elektronik sebagai panduan untuk memberikan nomer buku.

Hal ini menjadi peluang yang pas bagi Desa Sewaka untuk menjadikan wilayahnya ramah anak dan desa literatif dengan minat dan budaya baca yang bagus.

Koresponden: Riza Gani | Penyunting: Adhi Kurniawan

author
Redaktur Seputar FIB Undip | office@seputarfib.undip.ac.id

Leave a reply "Sewaka Menuju Desa Literatif Ramah Anak"