Selektif Membeli Bahan Konsumsi

No comment 175 views

Formalin adalah zat kimia yang terbentuk dari reaksi oksidasi pada metanol. Zat yang memiliki kombinasi senyawa hidrogen (H), oksigen (O), dan karbon (C). Hal tersebut yang membuat zat ini ditulis pada rumus kimia sebagai H2CO atau CH2O.  Formaldehida, atau nama lain dari formali itu sendiri pada kehidupan sehari-hari dapat digunakan masyarakat terbatas. Zat H2CO ini bersifat disinfektan atau dapat digunakan untuk membasmi bakteri. Hal tersebut yang membuat senyawa H2CO ini digunakan sebagai pelindung atau pengawet. Formalin terbatas hanya untuk digunakan dalam pengawetan cat melindungi dari korosi, pembuatan pupuk, pengawet mayat, hingga bahan tambahan untuk konsentrat bahan pembersih. Selain itu, formalin dalam kehidupan sehari-hari dapat digunakan untuk membantu mengeraskan lapisan kertas fotografi dan pembuatan kain sintetis.

Temuan Bahan Pangan Berformalin di Pasar Tradisional

Paska lebaran 2019, melalui uji sampling produk-produk yang beredar di Kota Semarang, Bidang Keamanan Pangan Dinas Kesehatan Kota Semarang menemukan sampel bakso mengandung formalin. Produk olahan daging sapi tersebut kemudian telah ditarik, diamankan, dan produsen ditelusuri. Produk teruji sampling yang telah beredar di pasar-pasar tradisional juga proses ditarik.

Uji laborat telah dilakukan pada produk bakso tersebut. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perubahan warna yang terjadi pada sampel. Larutan uji dari bening berubah menjadi ungu. Hal ini adalah sifat unsur hidrogren (H) yang mampu terurai apabila dicampurkan ke asam. Hasilnya, reaksi berlawanan terjadi yang menyebabkan perubahan warna dari sampel yang diujikan.

Melakukan uji coba untuk mengetahui kandungan formalin pada bahan panganan dapat secara sederhana dilakukan di rumah. Dengan menggunakan kunyit dan tusuk gigi, uji sederhana untuk mengetahui kandungan formalin atau borak dapat dilakukan. Hal yang pertama dilakukan adalah menusukkan tusuk gigi ke kunyit selama 15 menit, sebelum ditusukkan ke bahan makanan sampel seperti bakso. Kemudian tusuk gigi tersebut ditusukkan ke bahan uji, tunggu sekitar 15 menit lagi. Apabila ketika tusuk gigi ditarik dari bahan uji berubah menjadi ungu atau lebih merah bata (lebih memerah dari kunyit) kemungkinan mengandung bahan kimia tersebut. Namun apabila tidak ada perubahan warna, atau tetap sesuai dengan warna kuning kunyit, bahan makanan tersebut alami.

Membeli Bakso Kemasan yang Aman

Seiring dengan temuan tersebut di beberapa pasar besar Kota Semarang pada awal bulan Juli, memperhatikan label pada kemasan bakso adalah hal yang paling mudah dilakukan. Perhatikan informasi yang tertera pada kemasan. Apabila memuat nomor registrasi, bakso tersebut telah diujukan oleh dinas dan laboratorium terkait. Label tersebut memuat informasi nomor registrasi yang dapat dicari informasi hasil pendaftarannya dan hasil uji laboratnya. Terdapat label-label registrasi yang perlu diketahua oleh konsumen sebelum membeli produk makanan. Label-label tersebut adalah kode registrasi minimal pada Dinas Kesehatan Kota/ Kabupaten.

Kode pertama adalah Pangan Industri Rumah Tangga. Kode ini lazim ditemukan pada label makanan olahan usaha mikro dan menehan kelas produksi rumah tangga. Kode dengan inisial P-IRT ini diajukan dan diterbitkan oleh Dinas Kesehatan Kota/ Kabupaten didukung oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Pada sampel temuan bakso mengandung formalin di beberapa pasar tradisional Kota Semarang tersebut perlu diperhatikan adalah ketiadaannya registrasi P-IRT ini. Sehingga produk belum pernah diujikan dan dianalisis oleh dinas terkait.

Berikutnya perlu mengenal Manufaktur Dalam Negeri atau yang disingkat dengan MD. Kode MD ini hasil registrasi dan uji laborat untuk industri makanan skala manufaktur pabrik yang diproduksi di dalam negeri. Kode registrasi MD ini diajukan dan diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kode yang lebih luas skalanya adalah Manufaktur Luar Negeri atau yang disingkat dengan kode ML. Kode ini disematkan pada bahan konsumsi dan makanan berasal dari hasil impor yang telah lolos uji laborat Badan Pengawas Obat dan Makanan.

Berikutnya perlu mengenal Manufaktur Dalam Negeri atau yang disingkat dengan MD. Kode MD ini hasil registrasi dan uji laborat untuk industri makanan skala manufaktur pabrik yang diproduksi di dalam negeri. Kode registrasi MD ini diajukan dan diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kode yang lebih luas skalanya adalah Manufaktur Luar Negeri atau yang disingkat dengan kode ML. Kode ini disematkan pada bahan konsumsi dan makanan berasal dari hasil impor yang telah lolos uji laborat Badan Pengawas Obat dan Makanan.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Terdapat satu label lagi yang diterbitkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan. Label tersebut adalah registrasi Sertifikat Penyuluhan (SP). Registrasi ini digunakan untuk mendaftarkan produk-produk baru bagi produsen yang sedang dalam proses pemantauan dan standarisasi produk aman oleh BPOM. Pemantauan dan evalusi produk tersebut secara kontinyu sedang dilakukan bertahap. Sehingga ada tahap-tahap tertentu berstandar BPOM yang memungkinkan produk boleh dipromosikan untuk menguji pemasaran produk.

Menyikapi Produk dengan Teliti Sebelum Membeli

Pada contoh kasus temuan oleh Bidang Keamanan Pangan Dinas Kesehatan Kota Semarang, bakso yang diambil sampelnya dari salah satu pedagang di pasar mengandung formalin. Pada tahap ini, formalin sebenarnya tidak menjadi bagian dari produksi makanan itu. Namun formalin dilapiskan atau digunakan untuk merendam bakso tersebut. Gunanya, tentu saja! mengawetkan dan memperpanjang usia bakso tersebut supaya tidak mudah busuk. Mengingat formalin memiliki sifat dapat membunuh bakteri yang menyebabkan pembusukan bakso.

Satu hal lagi yang masih menjadi pandangan awam yang dapat ditemui pada masyarakat bahwa kandungan formalin yang menempel pada makanan dapat dilunturkan! Hal ini adalah kesalahan fatal. Sebab formalin memiliki juga sifat yang mengikat apabila telah menempel pada senyawa lain, seperti makanan. Pandangan awam menyebutkan bahwa formalin dapat luntur apabila bahan makanan disiram dengan air panas, dicuci berkali-kali, atau direbus lebih lama. Ciri termudah dalam membedakan bakso atau bahan makanan basah lainnya adalah dari baunya yang mengandung bau bahan kimia. Bau alami dari daging (pada bakso) atau tepung terigu (pada mie) kalah dengan bau tersebut. Namun, lebih baik lagi, teliti pada kemasan pada produk yang hendak dibeli. Sehingga aman dikonsumsi.

author
Pembina seputarfib.undip.ac.id | Surel: adhi@seputarfib.undip.ac.id

Leave a reply "Selektif Membeli Bahan Konsumsi"