Public Speaking

No comment 193 views

Tidak ada yang salah dengan jadi pendiam. Hanya saja akan jadi masalah ketika kita diharuskan berbicara di depan umum. Seringkali seorang yang kelewat pendiam akan membawa ciri diamnya bahkan ketika berbicara di depan umum. Entah seberapa sulit bagi mereka untuk sedikit menaikkan volume suara mereka, sehingga yang terjadi malah mereka lebih nampak seperti sedang berbicara pada diri mereka sendiri daripada berbicara untuk orang lain.

Kemampuan berbicara didepan umum tidaklah semudah kelihatannya. Dibutuhkan kemampuan khusus untuk melakukannya. Modal suara lantang saja tidak cukup, kita butuh kemampuan tambahan untuk menarik perhatian dari audience kita sehingga apa yang kita sampaikan tidak akan sia2. Tidak akan menjadi angin lalu yang kebetulan lewat dari telinga kanan lalu bablas ke telinga kiri.

Di zaman modern seperti saat ini, kemampuan berbicara di depan umum atau lebih dikenal dengan public speaking sangat dibutuhkan. Tidak hanya dalam bidang yang lebih serius seperti dalam kongres atau presentasi mega project dalam perusahaan besar, tapi juga dalam hal kecil seperti presentasi di kelas. Bisa dibayangkan apa yang akan terjadi ketika kita tidak dibekali kemampuan public speaking ketika berbicara di depan orang banyak? Kemungkinan yang paling sering terjadi adalah kita akan merasa blank dan tidak tahu apa yang harus disampaikan.

Dalam berpublic speaking, cara termudah menarik perhatian audience adalah dengan menggunakan cerita. Orang2 selalu tertarik dengan cerita, jadi tidak ada salahnya bercerita tentang pengalaman pribadi yang berkaitan dengan materi yang akan kita sampaikan. Gesture yang menarik juga diperlukan dalam public speaking. Bukan gesture yang berlebihan. Lakukan sewajarnya saja, karena dengan bergesture ria, kita bisa mngalihkan rasa tegang ketika berbicara di depan umum dan tentu saja gesture yang wajar akan menambah daya tarik dalam penyampaian materi.

Selain penguasaan diri, penguasaan lapangan juga dibutuhkan. Dalam public speaking, akan lebih baik jika kita datang lebih awal. Hal ini sangat berguna untuk mengobservasi tempat dimana kita akan melakukan public speaking sehingga kita akan merasa lebih nyaman ketika berbicara.

Perhatikan pula audience yang hadir. Ekpresi mereka bisa menjadi penyemangat atau tidak bagi seorang public speaker. Ketika audience merasa tertarik dengan materi yang kita sampaikan, ekspresi mereka tentu akan menjadi penyemangat dalam melakukan public speaking. Namun ketika audience terlohat tidak tertarik, hal ini tentu akan berakibat pada penurunan konsentrasi seorang public speaker.

Yang paling penting dalam sebuah public speaking adalah practice. Praktek langsung adalah kunci paling nyata untuk menguasai public speaking. Para public speaker tidak serta merta menjadi mahir dalam penyampaian materi mereka. Mereka butuh latihan berkali2 agar bisa menguasai diri di depan audience. Yeah, practice makes perfect.

Anyway, jangan pernah meminta maaf letika sedang berbicara didepan umum, karena ketika kita meminta maaf, maka para audience akan lebih memperhatikan materi yang kita sampaikan dan memperhatikan setiap detailnya untuk mencari kesalahan kita yang lainnya. Hal ini tentu akan membuat kita merasa tidak nyaman dan kita bisa dianggap tidak profesional. Untuk orang Indonesia asli yang selalu berpegang pada tradisi budaya dan selalu meminta maaf, bahkan ketika kita tidak melakukan kesalahan, mungkin hal ini akan sedikit sulit dilakukan, oleh sebab itu latihan terus menerus sangat dibutuhkan.

Daannn... Jangan lupa, rileks dan tersenyum 🙂

author
Sastra Inggris 2012

Leave a reply "Public Speaking"