Perempuan dan Seputar FIB Undip

No comment 512 views

Peringatan hari Kartini merupakan simbol perjuangan kaum perempuan dalam mendapatkan hak dan kesetaraannya. Kesenjangan yang terjadi dan dialami oleh Raden Ajeng Kartini pada kehidupannya merupakan bahan bakar kontemplasinya dalam melawan ketidaksetaraan peran. Sebagai insan yang hidup dan mempunyai hak-hak hidup seperti kebebasan, Kartini berjuang untuk mendapatkan apa yang harusnya Ia dapatkan dalam kehidupan, terutama kaum perempuan. Perjuangan itu membawa keberhasilan atas perlawanan dengan apa yang Kartini berikan. Hingga kini, kesetaraan akan terus diperjuangkan guna perempuan mendapatkan apa yang disebut kebebasan.

Kebebasan tersebut nampaknya dimanafaatkan betul peluangnya oleh Windy Arumsari, salah satu alumnus diploma Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro. Kebebasan perempuan untuk mendapatkan dan mengerjakan apa yang Ia bidangi didapatkan betul oleh Windy. Perempuan alumnus diploma Bahasa Inggris ini. Ia memanfaatkan keterampilan seninya untuk mengerjakan karya-karya seni aplikatif guna mendapatkan penghasilan.

Seputar FIB Undip menangkap makna kemampuan Windy. Dengan memberikan kebebasan berekspresi, tim pengelola Seputar FIB Undip mempercayakan tata desain untuk lambang barunya. Lambang sebuah komunitas yang diciptakan oleh seorang alumnus perempuan yang memiliki daya juang pada era emansipasi ini. Tim Seputar FIB Undip mengapresiasi tinggi karya Windy. Sudah saatnya tim memperkenalkan makna dibalik lambang Seputar FIB Undip yang baru.

Makna Gunungan dan Warna dalam Lambang Seputar FIB Undip

Windy sebagai kreator menuturkan bahwa gunung tersebut selain lambang khas Fakultas Ilmu Budaya Undip, juga sebagai lambang portal kemakmuran. Keselarasan hidup yang ada dalam makna gunungan wayang kulit juga diadaptasi di dalam lambang Seputar FIB Undip. Gunungan yang memiliki lapis tiga dimaknai Windy sebagai unsur manusia yang terdapat pada lingkungan civitas akademika, yaitu Mahasiswa, perangkat kerja (dosen dan pegawai), dan alumnus. Mahkota di dalam gunungan yang berjumlah empat dan berwarna beda tersebut memiliki makna kemajemukan elemen manusia yang menghidupi kampus budaya. Kemajemukan yang tercipta dari perbedaan ras, agama, dan suku yang membaur indah menjadi satu pada kampus budaya.

Warna yang menghiasi lambang Seputar FIB Undip difilosofikan Windy dengan perpaduan warna biru dan kuning sebagai perlambang kemakmuran, kehangatan, ketenangan, dan kesederhanaan. Kemakmuran yang didapat dari kemuliaan ilmu-ilmu pada kampus budaya dihadirkan sebagai filosofi hidup penguninya. Kehangatan antar elemen masyarakat ilmu budaya yang majemuk. Ketenangan dan kesederhanaan yang menjadi pola pikir dan pola hidup warga kampus budaya. Sehingga para warga elemen ilmu budaya mampu mencapai tingkat kemakmuran dan keselarasan hidup seperti apa yang ada pada makna gunungan.

Perempuan dan Seputar FIB Undip

Banyak pengelola dan pengurus dari Seputar FIB Undip yang berasal dari kalangan perempuan. Banyak ide dan gagasan yang secara perlahan mulai terwujud di wadah komunitas dan jejaring warga kampus budaya ini. Perempuan di era keterbukaan informasi dan akses ini adalah sebuah peluang dalam menyuarakan dan menjajarkan peran. Banyak perempuan yang mengambil peran pada perjalanan panjang kepengurusan Seputar FIB Undip, sehingga situs dan jejaringnya masih berkembang hingga saat ini.

Keterbukaan Seputar FIB Undip yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana megaspirasikan ide dan gagasan secara jejaring, membuka keterjangkauan gagasan itu sendiri untuk dikonsumsi dan dimanfaatkan pembacanya. Keterbukaan ini membawa angin segar tersendiri untuk para perempuan yang hendak menunjukkan buah pikirannya guna kehidupan yang lebih setara lagi. Kontemplasi yang dirasakan dapat disalurkan secara mandiri dengan situs jejaring yang dapat dimanfaatkan sebagai log guna memberikan pesan untuk disampaikan.

Akhir sebagai penutup, dengan adanya saluran-saluran pelantang suara para perempuan, dunia jejaring Seputar FIB Undip dapat dimanfaatkan. Apa yang perlu dibangun saat ini oleh kaum perempuan adalah kepeminatan dan kedalaman dalam berkontemplasi. Sehingga kesetaraan tersebut makin nyata terbentuk pada dunia ini.

Lambang Seputar FIB Undip diciptakan oleh Windy Arumsari dengan lisensi Creative Commons Share Alike 3.0. Apabila Anda ingin berkontak dengan Windy, bisa menghubungi melalui surel pada alamat arumsariwindy@gmail.com

Artikel ini juga sebagai tanda apresiasi kepada para perempuan yang pernah mendukung Seputar FIB Undip dalam berkembang, antara lain: Adhe Rizky, Arina, Choyrul, Cindra Fajar, Dewi Anggita, Dian Retno, Jumiatin, Kusumaningrum, Rahma Ardiar, Rochmah, dan Widy Mega. Juga kontributor-kontributor perempuan yang terlibat.

author
Redaktur Seputar FIB Undip | office@seputarfib.undip.ac.id

Leave a reply "Perempuan dan Seputar FIB Undip"