Pembuatan Kolam Lele dengan Sistem Pembuangan Otomatis di Desa Sundoluhur

PATI- Budidaya  ikan lele menjadi bisnis yang menjanjikan bagi masyarakat Indonesia. Banyak orang memanfaatkan bisnis ini sebagai mata pencaharian atau bahkan sekedar untuk mencari tambahan penghasilan. Tak terkecuali masyarakat desa Sundoluhur. Meski daerah mereka tergolong kering dan sering kekurangan air. Namun ,banyak warga yang memanfaatkan bisnis budidaya lele  ini menjadi prospek yang menjanjikan.

Salah satunya dipelopori oleh  Bapak Busro selaku ketua RW Desa Sundoluhur dan merupakan Ketua Kelompok Tani Ngido Makmur. Ia memanfaatkan tanah dibelakang rumahnya yang bersebelahan dengan kandang kambing miliknya untuk membuat kolam.  Pada hari Minggu, 22 Juli 2018, Mahasiswa KKN TIM II UNDIP membantu beliau membuat kolam ikan lele. Untuk pertama kalinya Bapak Busro membuat kolam ikan lele dengan system pembuangan otomatis. Dibantu oleh anak lelakinya yang kini juga masih kuliah di IAIN Surakarta. Tujuan budidaya lele yang diusahakan Bapak Busro adalah untuk pembesaran ikan lele agar siap jual pada kisaran waktu 2,5-3 bulan

 

Sebelum membuat kolam ,terlebih dahulu memesan bahan-bahan yang akan digunakan untuk membuat kolam lele seperti  baja ringan,terpal,pipa air,klem,tali pengikat,dan juga benih lele.  Biaya yang dikeluarkan untuk membeli bahan berkisar Rp.1100.000-. belum termasuk harga benih lele yang berkisar sekitar Rp.175 rupiah per-ekornya. Sebelumnya, beliau sudah pernah membuat kolam lele , namun hanya bisa menampung 1000 ekor ikan saja. Dan untuk kedua kalinya membuat kolam yang lebih besar dengan estimasi lele yang akan dibudidayakan sebanyak 3000-4000 ekor.

Tahap pembuatan Kolam lele pun cukup rumit.  Tahap pertama dalam pembuatan kolam lele yang sedang diusahakan dengan membentuk lingkaran dengan baja ringan sebagai batas kolam lele. Kemudian, membuat saluran pembuangan limbah untuk memudahkan dalam pembersihan kolam lele. Selanjutnya, memberikan kapur secara merata keseliling lahan yang digunakan sebagai kolam lele agar tekstur tanah lebih padat. Melakukan pelapisan pada tanah kapur yang telah merata dengan plastik bening dan melapisi baja ringan yang telah berbentuk lingkaran dengan perlak untuk mengurangi risiko kebocoran kolam. Kemudian, melapisi kolam ikan lele dengan terpal sebelum diisi dengan air dan bibit ikan lele. Terakhir, merekatkan pipa saluran pembuangan dengan klem/ karet dan melakukan testimoni jalannya pembuangan limbah.

Dengan budidaya ikan lele ini diharapkan dapat menjadi tambahan penghasilan warga desa Sundoluhur dan lele yang sudah berukuran besar akan bisa dijual belikan dengan keuntungan yang cukup menjanjikan. Namun,budidaya ikan lele ini juga memiliki resiko jika ikan lele yang dibudidayakan ini mati justru akan merugikan penjual.

author

Leave a reply "Pembuatan Kolam Lele dengan Sistem Pembuangan Otomatis di Desa Sundoluhur"