Kebudayaan Menjadi Landasan Pembangunan Peradaban Manusia

No comment 128 views
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Jati diri manusia terbentuk dari budaya yang luhur. Budaya tersebut yang konsisten dilakukan akan menjadi sebuah kebudayaan. Dari kebudayaan yang luhur, dapat menciptakan generasi yang bermanfaat sebagai modal utama dalam membangun bangsa. Maka dari itu, membangun kultur-kultur luhur perlu mulai sejak dini diterapkan dalam kehidupan akademis. Terutama pada akademisi di lingkup perguruan tinggi, khususnya Universitas Diponegoro. Topik tersebut yang menjadi bagian penting dari pemaparan yang dijabarkan oleh Puan Maharani selaku Menteri Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI di Universitas Diponegoro pada Jumat 26 Juli 2019.

Perkembangan dan Tantangan Peradaban Masyarakat

Menteri Puan Maharani didampingi oleh Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Yos Johan Utama dalam kesempatan emas untuk menyampaikan proyeksi peradaban dan kebudayaan yang berlangsung konstruktif di Indonesia tersebut. Selain itu, menteri cucu dari Presiden pertama RI, Ir. Soekarno itu, membawa pesan untuk para akademisi untuk semangat menyongsong pembangunan masyarakat berbudaya luhur. Sebab tantangan terbaru setelah pekerjaan manusia diperingan oleh komputer dan mesin, adalah bagaimana menghadapi dampak yang timbul dibalik kemudahan-kemudahan tersebut. Salah satu permasalahannya adalah malas. Masalah malas ini menjadi sumber permasalahan lainnya. Maka dari itu, pembangunan fisik dan infrastruktur perlu diimbangi dengan pembangunan peradaban.

Pembangunan Karakter untuk Terbuka dan Resistensi

Indonesia sedang dalam keadaan beradaptasi dan menerima perkembangan zaman industri yang lebih maju. Industri disebut dengan istilah revolusi industri 4.0. Puan yang didampingi moderator Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya, Singgih Tri Sulistiyono, menekankan para hadirin orasinya untuk membuka diri namun tidak meninggalkan budaya khas Indonesia. Maksud dari membuka diri ini adalah menerima namun tetap kritis dalam menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi pada kehidupan. Maka dari itu, pembangunan karakter dari tingkat dasar diupayakan untuk membiasakan diri sejak dini dengan kultur-kultur perilaku yang konstruktif.

Dukungan Akademisi dan Pemerintah dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Konstruktif

Perhelatan orasi Puan Maharani tersebut juga didampingi oleh budayawan Mohamad Sobary dan Rektor Universitas Diponegoro, Yos Johan Utama. Sebagai persona yang piawai dalam menyampaikan orasi kepada publik, pemaparan-pemaparan yang disampaikan sarat makna dari hasil pembangunan program kerja selama Puan mejalani pekerjaannya sebagai Menteri Perberdayaan Manusia dan Kebudayaan. Penyampaian-penyampaian tersebut merupakan cerminan program-program. Dari hal tersebut, Puan mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam ikut serta membangun peradaban secara konstruktif ke arah positif. Dalam hal ini ditekankan bahwa dalam menyikapi perkembangan dan perubahan zaman, masyarakat dilarang mengisolasi diri. Hal tersebut menyebabkan diri menjadi sukar berkembang, jelas Puan mengakhiri orasinya di Gedung Prof. Soedharto S.H., kampus Undip Tembalang.

author
Redaktur Seputar FIB Undip | office@seputarfib.undip.ac.id

Leave a reply "Kebudayaan Menjadi Landasan Pembangunan Peradaban Manusia"