Pemanfaatan Limbah Nasi Sisa sebagai Pupuk MOL (Mikro Organisme Lokal)

Pada hari Jumat, 3 Agustus 2018 mahasiswi KKN UNDIP Tim II dari Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Desa Sijambe Kecamatan Wonokerto asal Fakultas Peternakan dan Pertanian, Sella Sahanaya mengadakan pelatihan terhadap ibu-ibu rumah tangga perkumpulan Nahdatul Aisiyah (NA). Pelatihan ini merupakan kegiatan pemanfaatan limbah rumah tangga nasi sisa menjadi pupuk mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman rumahan atau yang sering dijumpai di rumah-rumah warga.

Kegiatan ini dilakukan usai pengajian rutin Nahdatul Aisiyah pukul 7 malam di rumah salah satu anggota NA, Ibu Isti, yang merupakan salah satu ibu rumah tangga dan anggota rutin NA di Desa Sijambe. Adapun alasan diadakannya kegiatan ini seusai pengajian NA adalah karena banyaknya peserta yang mengikuti pengajian dan antusiasme yang besar dari pihak ibu-ibu.

Pemanfaatan limbah nasi sisa rumah tangga ini nyatanya diperlukan untukĀ  meningkatkan perekonomian masyarakat serta menambah ketrampilan dalam mengelola limbah rumah tangga yang tidak terpakai. Para ibu-ibu mengungkapkan, bahwa adanya nasi sisa di rumah tangga setiap hari tidak dapat dihindari. Hamper setiap hari limbah nasi sisa selalu ada, dan jarang sekali bahkan tidak pernah nasi sisa tersebut dimanfaatkan. Program yang disusun oleh Sella Sahanaya ini dapat secara tepat menanggulangi permasalahan ini. Maka dilaksanakan pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga berupa nasi sisa untuk pembuatan pupuk MOL (Mikro Organisme Lokal) sebagai pupuk organik bagi tanaman.

Tujuan mengadakan pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga nasi sisa untuk pembuatan pupuk MOL (Mikro Organisme Lokal) ini adalah pada awalnya, sebagai pupuk organik bagi tanaman untuk menambah pengetahuan ibu rumah tangga yang ada di desa Sijambe dalam mengelola limbah serta mengurangi pencemaran lingkungan dengan mengelola limbah rumah tangga berupa nasi sisa yang sering kita jumpai sehari-hari. Namun, tanpa disangka, ternyata ibu-ibu peserta kegiatan pelatihan ini menunjukkan antusiasme dan rasa ingin tahu yang besar. Para ibu-ibu ini bahkan seringkali mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait proses pembuatan pupuk tersebut. Ibu Isti mengungkapkan, bahwa pelatihan ini sangat mungkin untuk diaplikasikan di dalam rumah tangga karena proses yang mudah dan tidak memakan biaya yang cukup besar.

Pelatihan dilakukan dengan memberikan SOP (Standard operational procedure) tata cara pembuat pupuk MOL (Mikro Organisme Lokal) secara bertahap dan mudah, sehingga ibu rumah tangga yang ada di Desa Sijambe dapat mempraktikkannya sendiri. Nasi sisa yang telah disulap menjadi pupuk organik tanaman ini dapat memberi manfaat seba

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

gai pupuk buatan sendiri yang berguna untuk tanaman yang dapat dibudidayakan di rumah, misalnya tanaman pangan, tanaman hias, syur-ma

yur, buah-buahan, dan lain-lainnya. Pupuk MOL ini tidak hanya dapat digunakan untuk tanaman saja akan tetapi juga dapat dijadikan se

bagai starter pupuk kompos, yang prosesnya juga dijelaskan secara rinci oleh Sella sendiri.

Usai kegiatan ini dilaksanakan, selang satu minggu Sella menemui beberapa ibu-ibu peserta pelatihan ini untuk melihat sejauh mana proses yang telah dilakukan mereka dalam pembuatan pupuk organik ini. Hasilnya, beberapa peserta kegiatan mengungkapkan bahwa mereka tidak mengalami kesulitan dalam proses, dan pemanfaatan limbah nasi sisa ini dapat disosialisasikan ke masyarakat yang lebih luas lagi. [Kartika M.]

Leave a reply "Pemanfaatan Limbah Nasi Sisa sebagai Pupuk MOL (Mikro Organisme Lokal)"