Paradigma Baru Pendekatan Riset Sosial Humaniora

No comment 541 views

Meneliti bidang khusus sosial humaniora memerlukan metode pendekatan yang khusus dan berfokus. Kajian sosial humaniora telah banyak berkembang akibat dari evolusi manusia sebagai objek yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti perkembangan teknologi dan bermasyarakat sosial.

Di tengah perubahan, sala satu pemateri, Prof. Dr. Bambang Purwanto dari Universitas Gadjah Mada, menawarkan konsep transnational history yang mengharap sejarah meski beringsut mulai mengkaji peristiwa transglobal, melengkapi kajian sejarah yang hanya berhaluan penguatan nasionalisme/ Indonesiasentris. Sejalan dengan pemaparan Prof. Bambang, Guru Besar Antropologi Universitas Negeri Semarang, Prof. Dr. Tjetjep R Rohedi, mengutarakan konsep kebudayaan progresif sebagai kerangka analisis terbaru guna merespon realitas budaya yang berubah.

Acara yang diisi pula oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dan dihadiri oleh Prof. Dr. Suminto A Sayuti ini mengankat fokus paradigma pemikiran yang lebih berkembang terhadap perkembangan penelitian sosial humaniora. Meskipun begitu, Prof. Suminto berpandangan lain terhadap pendapat-pendapat pemateri sebelumnya. Guru Besar Susastra Universitas Negeri Yogyakarta tersebut justru berharap jangan terlalu larut pada globalisasi. Menghadapi perubahan perlu telaah sastra dengan menggunakan cara pandang teori-teori timur.

Acara yang terselenggara pada 19 November 2018 ini diharapkan mampu membuka cakrawala baru mengenai penelitian ilmiah oleh peserta. Sebab perubahan dan tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi juga turut berperan dalam perkembangan penelitian Sosial Humaniora.

Kontributor Amirudin Ma'ruf

Penyunting oleh Galih dan Adhi K.

author
Redaktur Seputar FIB Undip | office@seputarfib.undip.ac.id

Leave a reply "Paradigma Baru Pendekatan Riset Sosial Humaniora"