Musim Semi di Jepang

No comment 303 views

Musim semi merupakan musim yang ditunggu-tunggu di Jepang. Umumnya musim semi berlangsung dari bulan Maret hingga Mei. Pada awal hingga pertengahan musim semi (Maret hingga April), suhu masih tergolong cukup rendah sehingga membutuhkan baju tebal. Namun setelah lewat pertengahan musim semi, suhu dan cuaca perlahan menjadi semakin hangat dan cerah. Yang juga sangat identik dengan musim semi yaitu bunga sakura. Bunga sakura tidak mekar secara serentak, ada yang mekar terlebih dahulu, dan ada juga yang belakangan. Seperti contohnya ada sakura di beberapa wilayah seperti Kyoto dan Osaka yang rata-rata mulai bermekaran pada akhir Maret, sedangkan di Hokodate ada yang mekar pada awal Mei.

Festival pada Musim Semi

Hina Matsuri

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

sumber https://zoomingjapan.com/culture/hina-matsuri/

Hina Matsuri adalah perayaan yang diadakan setiap tanggal 3 Maret di Jepang untuk mendoakan kesehatan dan kesuksesan bagi anak perempuan. Perayaan ini dirayakan di setiap keluarga yang memiliki anak perempuan hingga anak tersebut beranjak dewasa. Hina Matsuri identik dengan boneka bernama Hinaningyo. Satu set boneka terdiri dari kaisar, permaisuri, puteri istana dan pemusik yang menggambarkan pernikahan tradisional yang ada di Jepang. Ada kepercayaan bahwa sehari setelah perayaan, boneka harus langsung disimpan kembali karena dipercaya telah menyerap roh jahat dan nasib buruk.

Hanami

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

sumber https://www.nationalgeographic.com.au/travel/embrace-spring-with-pictures-of-japans-cherry-blossoms.aspx

Hanami (Melihat Bunga) merupakan salah satu tradisi Jepang dalam menyambut musim semi dan memberikan apresiasi pada bunga sakura. Orang berbondong-bondong berkumpul bersama kerabatnya untuk melihat bunga sakura yang mekar sembari makan, minum, dan bernyanyi-nyanyi di bawah rindangnya pohon sakura. Hanami tidak memiliki tanggal yang pasti karena dipengaruhi kapan bunga sakura mulai bermekaran. Biasanya bunga sakura dapat dilihat pada kisaran akhir bulan Maret hingga Mei tergantung pada daerahnya. Umumnya, puncak dari mekarnya bunga sakura adalah satu minggu setelah kuncupnya keluar. Ada banyak jenis bunga sakura yang tersebar di Jepang. Tiga jenis bunga sakura yang populer di Jepang adalah Somei Yoshino, Shidare Zakura, dan Yae Zakura.

Golden Week

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

sumber https://www.nationalgeographic.com.au/travel/embrace-spring-with-pictures-of-japans-cherry-blossoms.aspx

Merupakan salah satu masa libur panjang di Jepang dengan adanya empat hari raya yang berdekatan. Empat hari raya tersebut meliputi hari ulang tahun Kaisar Showa yang dinamakan Showa Day (29 April), Constitution Day (3 Mei), Greenery Day (4 Mei), dan Children's Day (5 Mei). DIkarenakan hari libur yang saling berdekatan, perusahaan-perusahaan menetapkan cuti bersama pada tanggal terjepit dan kegiatan kantor diliburkan selama seminggu penuh. Umumnya, total hari libur selama golden week adalah 9 hari. Ada juga tempat

perbelanjaan yang tutup selama libur panjang ini.

Teks tercetak pada Japon Megazine Spring Edition 2018 Vol. 4

Membahas mengenai Musim Semi. Nah, kami informasikan bahwa pada bulan November 2018 di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro akan di selenggarakan Festival Kebudayaan Jepang ORENJI yang bertemakan Musim Semi. Akan ada banyak kegiatan yang berlangsung di ORENJI, dari bazaar makanan, merchandise, comic market, games hingga berbagai macam penampilan di panggung utama, jadi jangan sampai kalian lewatkan acara Festival Kebudayaan Jepang terbesar di Jawa Tengah ini. Untuk info selengkapnya dapat dilihat di sini.

 

author

Leave a reply "Musim Semi di Jepang"