Mengejar Pendidikan Ke Negeri Sakura

No comment 152 views

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

SEMARANG- Jaman mulai berkembang, orang-orang berlomba mencari beasiswa untuk dapat bersekolah ke luar negeri. Realistis saja, orang yang pernah mengenyam pendidikan di luar negeri lebih disukai banyak pihak terutama perusahaan-perusahaan. Negeri Sakura Jepang menjadi salah satu negara yang menjadi tujuan banyak orang untuk mengenyam pendidikan maupun bekerja demi memperbaiki kualitas hidup. Banyak pula saat ini lembaga-lembaga yang bergantian mengadakan pameran pendidikan ke luar negeri.

Panas teriknya kota Semarang tidak menghalangi para pelajar, mahasiswa, guru, dan orang tua murid untuk hadir di acara Japan Education Fair 2019 yang bertempat di PO Hotel (Paragon City) Semarang Sabtu (23/02/2019) lalu. Acara ini diadakan secara gratis, dan pengunjung juga mendapat sebuah buku Panduan Untuk Bersekolah di Jepang secara cuma-cuma juga.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
pengunjung melakukan registrasi sebelum memasuki ruangan

Diselenggarakan oleh License Academy yang berkantor pusat di Okubo Tokyo Japan, atau lebih dikenal dengan Daigaku Shinnbunsha 「大学新聞社」Perusahaan Surat Kabar Mahasiswa Jepang. Sedangkan di Indonesia berkantor di Jl. Kasablanka Raya 88 gedung 88 Tower A-H lantai 18 Jakarta Selatan.

License Academy Indonesia berperan sebagai mediator mempertemukan antara Universitas maupun Sekolah di Indonesia dengan Universitas dan Sekolah dari Jepang dan juga mempertemukan antara siswa-siswi Indonesia dengan sekolah dan universitas dari Jepang dengan mengadakan Japan Education Fair di Indonesia.

Japan Education Fair 2019 yang diadakan pertamakali di kota Semarang ini, dihadiri oleh 4 Sekolah yaitu O-Hara Foreign Language School, Ohara Tourism and Bridal Beauty Collage, Sanki Inc. (untuk bekerja di Jepang), Hanazono University, dan Yu Academy. Saat berbincang dengan Bachri Zumanto selaku General Manager License Academy Indonesia. Ia menuturkan bahwa banyak sekolah di Jepang yang belum pernah mendengar kota Semarang. Sehingga mereka ragu untuk datang ke Semarang. Sedangkan untuk Japan Education Fair di Jakarta yang diadakan Minggu (24/02/2019) dihadiri 7 - 8 sekolah.

Setiap sekolah yang berpartisipasi dalam Japan Education Fair, juga menghadirkan perwakilan dari Jepang langsung. Sehingga pengunjung bisa mendapatkan penjelasan yang lebih rinci. Pengunjung pun dapat bertanya langsung jika ada hal yang belum diketahuinya melalui penerjemah yang mendampingi di setiap sekolah.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
pengunjung menyimak penjelasan dari penerjemah

“Alhamdulillah untuk bagian penerjemahan ramah dan sangat merespon berbagai macam pertanyaan, sehingga bagi yang tidak mengerti bahasa Jepang dapat memahami inti dari pembicaraan yang di berikan oleh perwakilan masing-masing sekolah” ujar Amanah seorang mahasiswi Undip.

Antusiasme pengunjung dapat terlihat dari banyaknya pengunjung yang melakukan registrasi sebelum acara di buka pukul 10.00. Selain itu banyak pula pengunjung yang berasal dari luar kota Semarang, seperti Pati, Solo, Demak, Tegal, dan kota-kota lainnya. Buku-buku, pamflet, serta majalah-majalah yang disediakan pun cepat habis. Banyak pengunjung yang tidak kebagian pamflet karena keterbatasan stok yang disediakan oleh pihak sekolah. Para pengunjung pun berharap buku-buku dan pamflet ditambah jumlahnya apabila tahun depan diselenggarakan lagi. Acara berakhir pukul 15.00, namun beberapa pengunjung terlihat masih berbincang dengan salah satu perwakilan sekolah.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

“Menurut saya acara ini sangat bermanfaat khususnya untuk mereka yang mencari informasi tentang pendidikan di Jepang. Pengunjung yang datang sangat antusias, dari berbagai kalangan, SMA, mahasiswa, sampai guru. Semoga acara (Japan Education Fair) rutin diadakan di Semarang” ujar Arsi Sensei yang membantu penerjemahan di acara tersebut dan juga Dosen Bahasa Jepang Undip saat ditemui setelah acara.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Senada dengan Arsi Sensei, Budi Sensei pun sebagai Kajur Bahasa dan Kebudayaan Jepang Undip menyayangkan karena banyak mahasiswanya yang tidak dapat hadir karena masih masa-masa liburan semester, karena menurutnya acara ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa yang ingin mencari sekolah di Jepang.

author

Leave a reply "Mengejar Pendidikan Ke Negeri Sakura"