Mengoptimalkan Lumut yang Jijik Menjadi Tanaman yang Estetik

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Kendal-Gerimis yang mengguyur rinai tak menyurutkan langkah kaki ibu-ibu Desa Pakisan yang terhimpun dalam kelompok Pembina Kesejahteraan Keluarga (PKK). Pada hari Jumat (15/2/2019) lalu mereka mendapatkan pelatihan dalam cara membuat tanaman yang berbentuk bola-bola lumut atau bisa disebut dengan Kokedama.

Pelatihan membuat Kokedama dilakukan oleh Muhammad Nur Ramadhan, salah satu mahasiswa jurusan Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Fakultas Ilmu Budaya(FIB), yang termasuk ke dalam Tim 1 KKN Undip tahun 2019. Inisiatif membuat pelatihan ini adalah bermula dari ketertarikan Rama ketika melihat banyaknya lumut yang berada di sekitar lokasi Tim KKN-nya melaksanakan kuliah kerja nyata. Seperti yang diketahui, Tim 1 KKN Undip yang dihuni oleh Rama bertempat di Desa Pakisan, Kecamatan Patehan, Kabupaten Kendal, yang letaknya di dataran tinggi hampir mendekati kaki gunung Prau. Maka tak ayal tempat tersebut selalu diselimuti udara dingin, kabut tebal dan curah hujan tinggi sehingga lumut-lumut sangat gemar bertumbuh.

“Dengan adanya pelatihan ini saya harap lumut-lumut yang bertengger di atas genting dapat dioptimalkan menjadi barang yang kreatif dan bermanfaat buat lingkungan,” ujar Rama ketika dimintai keterangan mengenai tujuan adanya pelatihan ini.  

  Kokedama secara etimologi berasal dari bahasa Jepang koke yang berarti lumut dan dama yang berarti bola. Kokedama merupakan teknik menanam tanaman pada bola lumut yang dikenalkan pertama sekali di Jepang. Awalnya, Kokedama dipakai untuk menanam bonsai namun belakangan, Kokedama dipakai untuk menanam tanaman hias, sayur ataupun buah.

  • Facebook
  • Twitter
  • Google+
Ibu-ibu PKK Desa Pakisan tampak tertarik mengikuti pelatihan

Membuatnya pun cukup sederhana, hanya dengan membulatkan tanah yang sudah dicampurkan pupuk kompos dan sekam bakar, menanam tanaman yang sudah disiapkan, kemudian melapiskannya dengan umut kering atau lumut basah, dan terakhir diikatkan dengan benang wol. Meletakkannya juga terdapat dua pilihan yakni dengan meletakkannya di tatakan dan dengan menggantungkannya. Di akhir pelatihan, bola-bola Kokedama yang berhasil dibuat digantungkan dan menambah keindahan sekretariat PKK Desa Pakisan.

Dengan diadakannya pelatihan ini diharapkan dapat menambah opsi teknik penanaman tanaman hias, sayur, atau buah di rumah warga dan menambah estetika perumahan warga Desa Pakisan.

“Saya senang mendapatkan pelatihan membuat Kokedama ini. Ternyata lumut yang sering kita abaikan di sekitar kita dapat digunakan menjadi sesuatu yang indah,” aku Sumiyati, ketua PKK Desa Pakisan yang pada saat itu masih gembira mengantung-gantungkan Kokedama.

Leave a reply "Mengoptimalkan Lumut yang Jijik Menjadi Tanaman yang Estetik"