Tim II KKN Undip Kenalkan Budaya melalui Program Cultural Fun Learning

KKN Undip Tim II 2018yang berlangsung pada tanggal 11 Juli - 20 Agustus 2018. Mahasiswa Undip yang melaksanakan KKN terbagi dalam beberapa kelompok yang disebar dalam 10 Kabupaten, salah satunya adalah Kabupaten Rembang. KKN dilaksanakan selama 42 hari, dengan pembagian waktu kerja 7 hari di awal adalah waktu survei. Dalam pelaksanaan survei ini, salah satu mahasiswa FIB, Ayulia Nur Rachmawati - S1 Antropologi Sosial mendapat salah satu permasalahan budaya yang dapat mengancam hilangnya budaya Indonesia.

Desa Sumbermulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang adalah Desa agraris yang unik. Masyarakatnya ramah, pun anak-anaknya. Sayangnya, anak-anak sekitar umur 5 hinga 10 tahun sudah tidak ada yang bermain permainan tradisional. Mereka lebih memilih bermain gadget daripada bermain panas-panasan bersama teman sebayanya.

Merekapun beberapa ada yang kurang mengetahui permainan tradisional, tidak mengetahui lagu-lagu daerah, pakaian daerah, rumah adat daerah. Oleh karena itu, agar budaya Indonesia tetap diketahui oleh generasi sekarang, juga mengurangi intensitas anak di bawah umur bermain gadget, Ayulia mencoba menerapkan program pengenalan dan pembangkit kebiasaan berbudaya agar identitas bangsa tetap terjaga.

Konsep Bermain Bertajuk Culture Fun Learning

Program Cultural Fun Learning: Ayo Dolan! yang digagas oleh Ayu ini merupakan program pembentuk karakter anak dengan metode pembelajaran asik dengan bermain. Sifat keingintahuan dan motorik anak-anak yang besar, menjadi salah satu penunjang kebiasaan anak terbentuk, terkhusus lagi melalui lingkungan sekitarnya.Kebiasaan anak-anak pun tidak bisa langsung terbentuk, tetapi melalui proses dengan rentan waktu seminggu hingga dua minggu. Untuk itu, program ini dilakukan intens selama dua minggu.

rangkaian CFL: Ayo Dolan! ini yaitu pengenalan lagu-lagu daerah dikemas dengan pelatihan tari, beberapa permainan tradisional seperti gobak sodor, bentengan, ampar-ampar pisang, congklak, hingga cublak-cublak suweng dimainkan bersama dengan diselingi interaksi mengenai arti dan manfaat bermain permainan tersebut. Program terlaksana selama dua minggu dengan output penampilan anak-anak saat perpisahan desa.

Selama program dilaksanakan, progres yang didapat adalah kebiasaan anak bermain gadget berkurang drastis menurut orang tua anak. Diharapkan kebiasaan tersebut akan terus berlangsung hingga mereka cukup umur untuk bermain gadget dan upaya untuk melestarikan budaya Indonesia berhasil sedikit demi sedikit.

 

Salam dari Desa Sumbermulyo.

Terus lestarikan Budaya Bangsa!

author

Leave a reply "Tim II KKN Undip Kenalkan Budaya melalui Program Cultural Fun Learning"