Banten dan Lampung Kuat!

No comment 337 views

Segenap Tim Startup Undip, Pusat Komputer Undip, dan Digital Science Techno Park Undip mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia pada bencana alam tsunami yang diakibatkan oleh aktivitas vulkanik anak gunung Krakatau di selat Sunda.

Doa Kami menyertaimu. Banten dan Lampung Selatan kuat bersama Kami menghadapi semua ini! Berikut fakta-fakta yang terjadi pada bencana alam ini.

Peristiwa Disebabkan oleh Aktivitas Vulkanik

Gelombang air pasang atau yang lebih dikenal dengan gelombang tsunami yang terjadi di selat Sunda ini disebabkan oleh aktivitas vulkanik anak gunung Krakatau. Kejadian yang berlangsung pada tanggal 22 Desember 2018 pukul 21.27 WIB ini akibat adanya aktivitas bawah laut pada gunung Krakatau yang menyebabkan pergerakan gelombang di sekitar selat Sunda. Terdekat, provinsi Banten ujung barat laut dan wilayah Lampung Selatan menerima dampaknya.

Kejadian Langka

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan kejadian tsunami di Selat Sunda termasuk langka. Sutopo juga menerangkan melalui media sosialnya bahwa letusan anak gunung Krakatau tidak besar. Terjadi tremoryang berkelanjutan, namun tidak ada frekuensi tinggi yang mencurigakan. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut belum bisa diklasifikasikan sebagai tsunami.

Alat Seismograf Tidak Menerima Sinyal Adanya Pergeseran Lempeng Bumi

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, memberikan iketerangan mengenai rilis institusinya ketinggian gelombang di wilayah Serang mencapai 0,9 meter. Kemudian di Banten 0,35 meter, Pelabuhan Panjang hingga 0.28 meter, dan Kota Agung Lampung gelombangnya mencapai ketinggian 0.36 meter.

Dwikorita mengungkapkan tsunami yang timbul di pesisir Banten bukan dipicu oleh aktivitas seismik tektonik. Landasan informasi ini adalah alat seismograf tak mencatat adanya gempa karena bergesernya lempengan bumi.

 

Dilansir dari laman Tempo.co unggahan terbaru pada 15.32, jumlah korban di Kabupaten Lampung Selatan, terdapat 7 orang meninggal dunia dan 115 orang terluka. Sedangkan di Kabupaten Pandeglang dan Serang terdapat sebanyak 36 orang korban meninggal dunia.

author
Redaktur Seputar FIB Undip | office@seputarfib.undip.ac.id

Leave a reply "Banten dan Lampung Kuat!"