Edu Park Go Green Lib

No comment 53 views

Ide perpustakaan Go Green? Mengapa tidak? Memang hanya perumahan elite saja yang menggunakan konsep Go Green, perpustakaan juga bisa. Inovasi perpustakaan Go Green ini dapat juga digunakan untuk promosi perpustakaan. Jadi konsepnya seperti ini :

Perpustakaan ini letaknya ditengah kota. Kenapa ditengah kota? Sekarang ini banyak kota-kota besar di Indonesia yang mulai kehilangan lahan hijaunya. Padahal lahan hijau seperti taman juga perlu di kota-kota besar, selain bisa untuk rekreasi, juga dapat mengurangi emisi karbondioksida.

Perpustakaan ini terletak ditengah-tengah taman yang terdapat kolam. Karena mengusung konsep Go Green maka bangunan di perpustakaan ini terbuat dari botol-botol bekas. Didalamnya dilengkapi dengan system ventilasi yang baik, karena memang tidak menggunakan pendingin ruangan. Sistem pelayanannya tetap berbasis pada teknologi informasi terkini, di lengkapi dengan fasilitas dan sarana prasana yang memadai, tapi tetap dengan konsep Go Green.
Disetiap sudut ruangan terdapat seperti air mancur, jadi air mengalir yang terdapat didalam dinding. Selain itu fasilitas lain seperti meja, kursi, rak, hiasan dinding juga terbuat dari bahan bekas yang sudah tidak terpakai, dan didaur ulang kembali. Agar sirkulasi udara terjamin, disudut-sudut ruangan di beri tanaman hias. Itu juga berfungsi sebagai nilai estetika.

Jadi bangunan perpustakaan tersebut kurang lebih seperti rumah, seperti bangunan pada umumnya. Kemudian seluruh permukaan dindingnya menggunakan botol bekas, yang didalamnya dialiri air. Pemustaka yang sudah menjadi anggota tinggal scan barcode saja, yang belum jadi anggota dapat mengisi nama, nomor identitas, dan alamatnya secara manual jika akan mengunjungi perpustakaan.

Perpustakaan dengan konsep ini merupakan perpustakaan umum. Jadi siapapun, dari kalangan, agama, suku, ras apapun dapat berkunjung dan meminjam koleksi di perpustakaan ini.

Disekeliling bangunan terdapat taman, bagi pemustaka yang ingin membaca buku, tapi ingin suasana yang berbeda, diperbolehkan membaca buku ditaman tersebut. Perpustakaan ini buka selama seminggu, kecuali tanggal merah. Buka dari pukul 07.00-17.00. Kenapa jam bukanya pagi sekali, dan jam tutupnya terlalu sore? Karena di jam-jam tersebut banyak orang yang akan berkunjung ketaman.

Koleksi perpustakaannya pun beragam, karena ini merupakan perpustakaan umum, maka koleksinya beragam pula. Pemustaka yang datang juga akan diajarkan bagaimana cara memanfaatkan barang bekas disekitar kita. Jadi ada nilai edukasinya juga di perpustakaan ini.

Sebelumnya, taman dan perpustakaan yang berdiri diatas satu lahan diberi pagar pembatas, ini berfungsi untuk memberikan kenyaman bagi pengunjung yang datang. Lalu kenapa perpustakaannya di tengah taman? Sekarang perpustkaan di mall sudah banyak, perpustakaan di café juga sudah banyak. Ditengah taman, karena menurut saya masyarakat butuh sesuatu yang berbeda.

Untuk mempromosikan perpustakaan ini, disetiap hari sabtu dan minggu perpustakaan dapat mengadakan event. Misalnya nonton bersama, bedah buku bersama, senam sehat bersama. Pasti banyak yang datang dan tertarik dengan acara tersebut. Promosi juga dapat dilakukan dengan sosialisasi ke sekolah-sekolah, selain mengembangkan minat baca pada anak, dengan begitu siswa-siswi juga dapat belajar bagaimana cara menjaga bumi kita, salah satunya dengan memanfaatkan bahan bekas. Membuat anak sedini mungkin sadar untuk menjaga bumi kita.

Buka tidak mungkin perpustakaan yang seperti ini dapat terealisasikan. Tinggal bagaimana kita yang memulai dan bergerak. Selain dapat meningkatkan promosi perpustakaan dan minat baca masyarakat, juga dapat menyelamatkan bumi dari pemanasan global.

author
Librarian and Archivist