Asal Mula Jalan Imam Bardjo Pleburan

No comment 1142 views
16 Oktober 1972 - Jalan Imam Bardjo
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Surat Kabar Suara Merdeka edisi 16 Oktober 1972

Imam Bardjo, sepintas apabila warga seputar Pleburan kota Semarang dan khalayak civitas academica UNDIP mendengar kata itu, pasti akan terbayang dengan sosok penuh perjuangan pendiri Universitas Diponegoro. Mr. Imam Bardjo adalah tokoh penting berdirinya Universitas Diponegoro yang pada masa awal bernama Universitas Semarang. Artikel kali ini akan mengupas perihal sejarah pemberian nama dan fungsi awal jalan yang berlokasi di dekat wilayah pusat pemerintahan Provinsi jawa Tengah ini.

Seperti keterangan yang dikutip dari jurnal milik Indraswara (2006: 5), tokoh sejarah berdirinya UNDIP sebagai berikut;

Universitas Diponegoro tebentuk, mulai pertengahan tahun 1956, diawali dengan berdirinya Yayasan Universitas Semarang. Adapun tokoh-tokoh yang memprakarsai berdirinya Universitas Semarang ialah Mr. Imam Bardjo, Mr. Soedharto, Mr. Dan Soelaiman, dan Mr. Soesanto Kartoatmodjo.

Ny Imam Bardjo Meresmikan
  • Facebook
  • Twitter
  • Google+

Ny Imam Barjo sedang meresmikan Jalan Imam Bardjo

Peresmian Jalan Imam Bardjo S.H. yang sebelumnya bernama Jalan UNDIP.

Sumber: Laboratorium Arsip, DIII – Kearsipan FIB UNDIP, 2013.

Bulan Oktober tahun 1971, tepatnya pada tanggal 15, para mahasiswa dan mahasiswi yang kebetulan sedang di kampus hingga civitas academica UNDIP memenuhi Jalan UNDIP. Jalan ini adalah jalan penghubung wilayah kampus UNDIP dengan Jalan Pahlawan (dahulu bernama Jalan Gajahmada). Rupanya keramaian tersebut adalah ceremony pergantian nama Jalan UNDIP. Upacara sederhana tersebut dilaksanakan tepatnya didepan Biro Rektor UNDIP (Rektorat UNDIP) dihadiri oleh Rektor UNDIP waktu itu, Dr. Surojo, Ny. Imam Bardjo (Istri alm. Imam Bardjo), Ketua Ikatan Alumni UNDIP (IKA) Soenoto, S.H., dan warga UNDIP tentunya.

Pergantian nama tersebut ditandai dengan Istri alm. Imam Bardjo menekan tombol yang menjadikan tanda nama jalan UNDIP berubah menjadi ‘Jalan Imam Bardjo, S.H.’ (Suara Merdeka. 1971: 2).

Tujuan menggunakan nama alm. Imam Bardjo sebagai nama pengganti Jalan UNDIP adalah untuk menghargai jasa beliau ketika medirikan UNDIP, seperti yang tertuang pada judul berita di harian Suara Merdeka tanggal 16 Oktober 1971 sebagai berikut;

“Djalan UNDIP Ganti Nama Djalan Imam Bardjo SH: Untuk mengenang Djasa Presiden Pertama Universitas Semarang... “

Penataan jalan yang menjadi akses pedestrian (pejalan kaki) menuju kampus UNDIP ini dibangun pada mulanya bertujuan untuk mempermudah akses dan jangkauan para mahasiswa dan civitas academica menuju kampus dengan berjalan kaki. Seiring berjalannya waktu, jalan yang memiliki lebar 7,5 meter mulai berkembang fungsinya sebagai penyelenggaraan sebuah pentas seni, event tertentu, hingga malam inagurasi, yang kemanfaatannya dirasakan secara ekonomi oleh warga sekitar Pleburan maupun para mahasiswa UNDIP sendiri. Seperti yang pernah diperkirakan oleh Imam Boentoro (68 tahun, 23 Februari 2015) selaku sesepuh yang tinggal di Kusumawardhani Raya, menuturkan pendapatnya mengenai tujuan awal Jalan Imam Bardjo yang dibuat lebar, sebagai berikut;

“Jiwa kota sesungguhnya merupakan kaitan ruang gerak pejalan kaki yang saling berhubungan secara sempurna dengan seluruh komponen kota. Jalan UNDIP (Imam Bardjo) bertujuan mempermudah akses mahasiswa dan dosen UNDIP menuju kampus dengan berjalan kaki secara nyaman.”

Patut memang meneladani seseorang yang memiliki prestasi dan dedikasi yang tinggi. Salah satu caranya adalah mengingat nama dan peranannya yang bermanfaat. Benar kiranya UNDIP secara bijak mengubah nama Jalan UNDIP menjadi Jalan Imam Bardjo, S.H., dengan tujuan mengigatkan civitas academica UNDIP, masyarakat sekitar Pleburan, bahkan kota Semarang untuk mengingat nama Mr. Imam Bardjo, S.H. melalui peran dan keteladanan yang bisa dipetik dari Beliau.

author
Ikatan Alumni UNDIP (IKA) | Alumni UNAIR | Bekas kuli panggung di Wadah Musik Sastra (WMS), kuli pikir di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FIB, kuli tinta di Seputar FIB UNDIP, dan dekat dengan Sejarah dan Arsip FIB UNDIP | Kuli tinta di Mercusuar UNAIR | Pemateri dan sukarelawan di American Corner UNAIR